Khairunnisa, Deasy (2026) STUDI TENTANG IMPLEMENTASI APLIKASI SAMAGOV BERDASARKAN PERWALI NOMOR 42 TAHUN 2023 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK DI KELURAHAN LOA BAKUNG KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA. Other thesis, UWGM Samarinda.
|
Text (full paper)
DEASY KHAIRUNNISA_ 2263201107_ADMINISTRASI PUBLIK_2026 - Deasy Khairunnisa.pdf - Submitted Version Download (6MB) |
Abstract
DEASY KHAIRUNNISA, Studi Tentang Implementasi Aplikasi Samagov Berdasarkan Perwali Nomor 42 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Di Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda, dibawah bimbingan Bapak Drs. M. Kasim M., M.Si., selaku dosen pembimbing I dan Bapak Ahmad Yani, S.Sos., M.Si., selaku dosen pembimbing II. Penelitian ini berfokus pada implementasi Aplikasi Samagov (Samarinda Government) di Kelurahan Loa Bakung, Observasi lapangan mengungkapkan peningkatan efisiensi dalam waktu respons terhadap permohonan masyarakat, seperti penerbitan surat keterangan, yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari namun kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet di beberapa area pemukiman, yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam sistem elektronik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat efektivitas Aplikasi Samagov terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Samagov telah berjalan sejalan dengan tujuan Perwali, terutama dalam mendigitalisasi proses administrasi surat-menyurat dan layanan masyarakat. Efektivitas aplikasi terlihat pada peningkatan kecepatan layanan sekitar 40–50% dibanding metode manual, serta pengurangan penggunaan kertas dan waktu kerja administratif. Namun, efektivitasnya masih terbatas akibat belum optimalnya pemanfaatan fitur, keterbatasan infrastruktur jaringan, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Dari aspek efisiensi, pelayanan administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu 2–3 hari kini dapat diselesaikan dalam satu hari kerja. Faktor pendukung implementasi meliputi ketersediaan perangkat smartphone, dukungan SDM aparatur, serta respons positif masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencakup kualitas jaringan internet yang rendah, perangkat yang tidak memadai, usia lanjut pengguna, dan kurangnya sosialisasi. Secara umum, Samagov dinilai efektif secara normatif dan fungsional namun masih membutuhkan peningkatan pada aspek teknis, pelatihan pengguna, dan integrasi sistem agar tujuan SPBE di tingkat kelurahan dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: Samagov, SPBE, E-Government, Perwali No. 42 Tahun 2023, Loa Bakung, Samarinda.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Administrasi Publik |
| Depositing User: | Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 06:09 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 06:09 |
| URI: | http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/774 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
