ANALISIS PENURUNAN DAYA DENGAR PADA OPERATOR PENYEBERANGAN KAPAL FERI KUCUM KECAMATAN LONG IRAM KABUPATEN KUTAI BARAT DENGAN PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) TAHUN 2024

Parania Loin, Aciska (2025) ANALISIS PENURUNAN DAYA DENGAR PADA OPERATOR PENYEBERANGAN KAPAL FERI KUCUM KECAMATAN LONG IRAM KABUPATEN KUTAI BARAT DENGAN PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) TAHUN 2024. Undergraduate Thesis thesis, UWGM Samarinda.

[img] Text (full paper)
ACISKA PARANIA LOIN_1913201114_KESEHATAN MASYARAKAT_2024 - Aciska Parania Loin.pdf - Submitted Version

Download (3MB)

Abstract

Aciska Parania Loin 2025. Analisis Penurunan Daya Dengar pada Operator Kapal Feri Kucum Kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) Tahun 2024. Dibawah bimbingan Ilham Rahmatullah, SKM.,M.Ling Selaku Pembimbing I dan Istiarto,SKM.,M.Kes Selaku Pembimbing II. Operator penyeberangan kapal feri ini sering bekerja selama 19 jam dalam 1 hari dengan lama perjalanan memakan waktu 7 menit. Gangguan pendengaran ini yang menjadi penyebab bagi operator penyeberangan kapal feri sering merasa telinga berdengung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penurunan daya dengar pada operator penyeberangan kapal feri dengan pendekatan Job Safety Analisis (JSA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Job Safety Analisis (JSA). Penelitian ini dilakukan di Penyeberangan Kapal Feri Kucum. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling yang berjumlah 7 orang dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa operator kapal feri terpapar bahaya kebisingan tinggi akibat penggunaan mesin ces/ketinting. Paparan kebisingan terjadi pada tahap menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan mesin, dengan tingkat intensitas mencapai 94–99,6 dBA, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Kondisi ini semakin berisiko karena jarak antara sumber kebisingan dan telinga operator sangat dekat (±22 cm), serta durasi paparan kumulatif mencapai ±6,65 jam per hari. Evaluasi risiko menunjukkan bahwa bahaya kebisingan termasuk kategori risiko tinggi (H) dengan potensi menimbulkan gangguan pendengaran sementara (telinga berdenging) hingga permanen (Noise-Induced Hearing Loss). Saran dari peneliti, kepada pemilik usaha kapal feri kucum untuk melakukan modifikasi teknis sederhana pada mesin, menyediakan dan mewajibkan penggunaan APD seperti earplug atau earmuff, serta melakukan pemantauan rutin terhadap kebisingan dan kondisi kesehatan pendengaran operator. Penelitian ini juga diharapkan menjadi acuan bagi pelaku usaha sejenis dalam meningkatkan perhatian terhadap aspek keselamatan kerja. Kata kunci : Analisis Gangguan Pendengaran, Kebisingan, Kapal Feri, Job Safety Analysis

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id
Date Deposited: 31 Mar 2026 08:31
Last Modified: 31 Mar 2026 08:31
URI: http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/593

Actions (login required)

View Item View Item