ANALISIS FAKTOR RISIKO PENYEBAB BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM SAMARINDA

Asriningtias Cahyani, Khiara (2025) ANALISIS FAKTOR RISIKO PENYEBAB BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM SAMARINDA. Undergraduate Thesis thesis, UWGM Samarinda.

[img] Text (Full Paper)
Khiara Asriningtias Cahyani_2113201112_Kesehatan Masyarakat_2025 - Khiara Asriningtias Cahyani.pdf - Submitted Version

Download (3MB)

Abstract

Khiara Asriningtias Cahyani. 2025. Analisis Faktor Risiko Penyebab Burnout Syndrome pada Perawat Rawat Inap di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Di bawah bimbingan Dr. H. Suwignyo, SKM, M.Si. Selaku Pembimbing I dan Dr. Rosdiana, SKM, M.Kes. Selaku Pembimbing II. Burnout syndrome merupakan kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres kronis, terutama pada tenaga kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi depresi nasional 1,4%, dengan Jawa Barat (3,3%), Kalimantan Timur (2,2%), dan Banten (1,7%) tertinggi. Laporan PPNI 2017 menyebut 50,9% perawat di empat provinsi mengalami stres kerja yang memicu burnout. Penelitian ini menganalisis faktor risiko burnout pada perawat rawat inap di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, fokus pada karakteristik individu, beban kerja, dan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan tinjauan dokumentasi dari 7 informan (4 perawat, 1 Kepala Instalasi K3RS, 1 Karu, dan 1 Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa). Hasil penelitian mengidentifikasi faktor risiko burnout meliputi karakteristik perawat (usia ≥30 tahun, laki-laki, menikah, introvert), beban kerja (sif malam, rasio perawat-pasien tidak seimbang, tekanan psikologis), dan stres kerja (konflik peran, interaksi dengan pasien/keluarga). Tingkat burnout ringan hingga sedang, didukung adaptasi, dukungan sosial, dan kepemimpinan empatik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa burnout dipengaruhi oleh karakteristik individu, beban kerja, dan stres kerja, namun dapat dikelola melalui dukungan sosial dan struktur organisasi yang jelas. Disarankan rumah sakit menyediakan dukungan psikologis, meninjau beban kerja, dan menerapkan program manajemen stres. Kata Kunci: Burnout Syndrome, Perawat, Karakteristik, Beban Kerja, Stres Kerja Kepustakaan: 99 (2010 - 2025)

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id
Date Deposited: 30 Mar 2026 08:50
Last Modified: 30 Mar 2026 08:50
URI: http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/549

Actions (login required)

View Item View Item