ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2026

Widya Triwahyuni, Hesty (2026) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2026. Other thesis, UWGM Samarinda.

[img] Text (full paper)
Hesty_2213201004_Kesehatan Masyarakat_2026 - hesty widya.pdf - Submitted Version

Download (2MB)

Abstract

Hesty Widya Triwahyuni, 2026. Analisis Faktor Penyebab Dispepsia Di Wiayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Tahun 2026. Di bawah bimbingan Kartina Wulandari, S.KM.,M.Si sebagai pembimbing I dan Siti Hadijah Aspan, S.Keb.,M.P.H sebagai pembimbing II Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Peningkatan kasus dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo menunjukkan perlunya kajian terkait hal-hal yang memengaruhi kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kejadian dispepsia di wiayah kerja puskesmas sidomulyo. yang meliputi tingkat stres, frekuensi makan dan dukungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan informan utama yang berjumlah 2 ( dua ) orang yaitu penderita dispepsia kemudian informan pendukung yang berjumah 2 ( dua ) orang yaitu keluarga ( suami ) dari penderita dispepsia dan 1 ( satu ) orang informan kunci yaitu tenaga kesehatan atau pemegang program dispepsia di puskesmas sidomulyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres sedang hingga berat dapat menyebabkan beberapa hal seperti sulitnya mengelola emosi dan tekanan serta merasakan cemas berlebih hingga kesulitan dalam menyelesaikan beberapa masalah. Selain itu, frekuensi makan yang tidak teratur bahkan hanya 1–2 kali sehari dengan porsi kecil serta kebiasaan mengonsumsi makanan pemicu seperti pedas dan kafein turut memperburuk kondisi. Dan juga dukungan keluarga terbukti berperan penting dalam membantu penanganan dispepsia, sebagian dari penderita lebih sering mendapatkan bentuk dukungan emosional dari orang terdekat karena lebih berpengaruh dalam perubahan gaya hidup sehat penderita itu sendiri. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kejadian dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo dipengaruhi oleh tingkat stres, frekuensi makan, serta dukungan keluarga. Dimana stres yang tidak terkontrol dapat memperburuk gejala dispepsia kemudian frekuensi makan yang tidak teratur serta kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman pemicu menjadi faktor paling menonjol, sedangkan dukungan keluarga berperan penting dalam membantu penderita menjaga pola hidup sehat, mengatur pola makan, dan mengelola stres sehingga dapat membantu mengurangi keluhan dispepsia. Kata kunci: Dispepsia, Stres, Frekuensi makan, Dukungan keluarga. Kepustakaan : 18 (2006-2025)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:32
Last Modified: 16 Sep 2026 01:32
URI: http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/1175

Actions (login required)

View Item View Item