ANALISIS KUALITAS KOTORAN KELINCI SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADAT

N Gawy, Bella (2025) ANALISIS KUALITAS KOTORAN KELINCI SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADAT. Other thesis, UWGM Samarinda.

[img] Text (full paper)
BELLA N GAWY_1854211046_AGROTEKNOLOGI_2025 - bella gawy.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Bella N Gawy, Analisis Kualitas Kotoran Kelinci Sebagai Pupuk Organik Padat, dibawah bimbingan Iin Arsensi dan Hj. Purwati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kotoran kelinci apakah sesuai standar (SNI) serta untuk mengetahui potensi kotoran kelinci sebagai pupuk organik padat. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pupuk organik yang berkelanjutan, salah satunya adalah kotoran kelinci. Kotoran kelinci dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan relatif mudah diolah. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, terhitung mulai dari Mei - Juli 2025 dan bertempat di Unit Pelayanan Akademik (UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembab (SDHHTL) Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan komparatif. melakukan pengambilan sampel kotoran kelinci dari peternakan, kemudian dilakukan analisis laboratorium. Parameter analisis meliputi pH, N. Total, C. Organik, Rasio C/N, P2O5, dan K2O Data hasil analisis kemudian dibandingkan dengan spesifikasi standar yang tercantum dalam SNI 7763:2024. Hasil analisis menunjukkan pH berada dalam rentang persyaratan (SNI), sementara total Hara Makro (N + P2O5 + K2O) meskipun nilai individual N Total (0,88%) P2O5 (0,45%), dan K2O (1,09%) di bawah 1,0% dan 0,5% (jika dibandingkan dengan persyaratan mutu pupuk organik spesifik lain atau standar yang lebih ketat), fokus utama SNI 7763:2024 adalah pada total ketiganya. Karena totalnya (2,42%) sudah memenuhi, maka parameter hara makro secara keseluruhan dianggap memenuhi. Rasio C/N yang tinggi, yaitu 27,46%, melebihi batas maksimum SNI 25. Rasio C/N yang tidak sesuai ini mengindikasikan bahwa bahan organik dalam kotoran kelinci belum terkomposisi sempurna atau belum matang. Oleh karena itu, diperlukan proses pengolahan lebih lanjut, seperti pengomposan, untuk meningkatkan kadar hara makro dan menurunkan rasio C/N, sehingga kotoran kelinci dapat diklasifikasikan sebagai pupuk organik siap pakai sesuai standar nasional. Kata Kunci : Kotoran Kelinci, Pupuk Organik, SNI 7763:2024.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id
Date Deposited: 10 Jul 2026 02:23
Last Modified: 10 Jul 2026 02:23
URI: http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/1083

Actions (login required)

View Item View Item