Alfia Salsabila, Kesha (2026) ANALISIS PRECEDE-PROCEED TERHADAP CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KAPIH KOTA SAMARINDA TAHUN 2026. Other thesis, UWGM Samarinda.
|
Text (full paper)
KESHA ALIFIA SALSABILA_2213201045_KESEHATAN MASYARAKAT_2026 - Kesha Alifia.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
Abstract
KESHA ALIFIA SALSABILA. 2026. Analisis PRECEDE-PROCEED Terhadap Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Kapih Kota Samarinda Tahun 2026. Di bawah bimbingan Dr. Rosdiana, SKM., M.Kes selaku pembimbing I dan Kartina Wulandari, SKM., M.Si selaku pembimbing II. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Data cakupan imunisasi menunjukkan adanya fluktuasi, yaitu sebanyak 298 bayi pada tahun 2022, menurun menjadi 262 bayi pada tahun 2023, dan meningkat kembali menjadi 301 bayi pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam pencapaian imunisasi. Keberhasilan program imunisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku ibu balita sebagai faktor dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposing, enabling, dan reinforcing yang mempengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan sebanyak 10 orang yang terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara serta alat perekam. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor predisposing, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun pengalaman negatif seperti efek samping imunisasi mempengaruhi keputusan untuk tidak melanjutkan imunisasi. Pada faktor enabling, fasilitas dan akses pelayanan kesehatan telah memadai, namun ketersediaan vaksin belum stabil. Pada faktor reinforcing, dukungan tenaga kesehatan dan kader sudah baik, tetapi dukungan keluarga belum optimal. Kesimpulan menunjukkan bahwa ketiga faktor berperan namun belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, perbaikan ketersediaan vaksin, dan penguatan dukungan keluarga. Kata kunci: enabling factor, imunisasi dasar lengkap, kualitatif, predisposing factor, reinforcing factor. Kepustakaan: 47 (1991-2026)
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id |
| Date Deposited: | 05 May 2026 02:05 |
| Last Modified: | 05 May 2026 02:05 |
| URI: | http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/934 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
