Yulfrince Loran, Maria (2026) FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA SAMARINDA. Other thesis, UWGM Samarinda.
|
Text (full paper)
Maria Yulfrince Loran_2213201001_KESMAS_2026 - Maria yulfrince Loran.pdf - Submitted Version Download (5MB) |
Abstract
Maria Yulfrince Loran, 2026. Faktor Risiko Stunting pada Balita di Puskesmas Sidomulyo, Kota Samarinda. Dibimbing oleh Herlina Magdalena, SKM, M.Kes (Pembimbing I) dan Andi Suyatni Musrah, SKM, M.Kes (Pembimbing II). Stunting merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi pada masa emas ini bersifat irreversible (tidak dapat pulih), sedangkan kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Penelitian ini menggunakan desain Case Control dengan populasi semua ibu yang mempunyai balita usia <1-3 tahun yang berkunjung di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 172 orang, dengan sampel sebanyak 88 responden dengan,menggunakan Teknik purposive sampling.Analisis data pada univariat menggunakan tabel frekuensi dan bivariat menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil Chi-Square, diperoleh terdapat faktor risiko yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian stunting (OR 4,33). Artinya ibu yang berpengetahuan kurang berisiko 4,3 kali lebih besar untuk terjadinya stunting di bandingkan ibu dengan berpengetahuan baik, sementara itu terdapat faktor protektif antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting (OR 1,762).Artinya balita dengan pola pemberian makan kurang berisiko 1,7 kali memiliki balita stunting dan terdapat faktor risiko yang signifikan antara pemberian Asi eksklusif dengan kejadian stunting (OR 2,528).Artinya responden yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif berisiko 2,5 kali lebih besar untuk terjadinya stunting di bandingkan responden yang memberikan ASI secara Eksklusif. Disarankan untuk Masyarakat, Puskesmas, kader, dan kelurahan diharapkan dapat bekerja sama dalam upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi, menerapkan pola pemberian makan yang bergizi dan seimbang, serta meningkatkan cakupan Asi eksklusif selama 6 bulan. Puskesmas dan kader diharapkan aktif memberikan edukasi dan melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, sedangkan kelurahan diharapkan mendukung pelaksanaan Posyandu, penyuluhan kesehatan, dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sehingga risiko kejadian stunting dapat diminimalkan Kata kunci: Stunting,Chi Square, Asi Eksklusif, Pola Pemberian Makan, Pengetahuan Ibu Kepustakaan: 72 (2009-2025
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 00:59 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 00:59 |
| URI: | http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/1173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
