Aziza, Ainun Nur (2026) FAKTOR – FAKTOR YANG BERISIKO DENGAN KEJADIAN VERTIGO DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2026. Other thesis, UWGM Samarinda.
|
Text (full paper)
Ainun Nur Aziza_21.13201.010_Kesehatan Masyarakat_2026 - Ainun Nur Aziza.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Ainun Nur Aziza 2026, Faktor – Faktor Yang Berisiko Dengan Kejadian Vertigo Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Linggang Bigung Kebupaten Kutai Barat Tahun 2026. Dibawah bimbingan Herlina Magdalena SKM., M.Kes selaku pembimbing I dan Andi Suyatni Musrah SKM., M.Kes. selaku pembimbing II Vertigo merupakan gangguan keseimbangan dimana seseorang merasa benda di sekitarnya seolah sedang bergerak atau berputar yang disertai mual. Berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD Puskesmas Linggang Bigung terdapat kasus vertigo sebanyak 150 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berisiko dengan kejadian vertigo di wilayah kerja UPTD Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan case control. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026. Sampel sebanyak 80 responden terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol. Analisis data yang digunakan adalah SPSS dengan menggunakan uji Chi Square dan Odds Ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur menjadi faktor risiko kejadian vertigo dengan nilai OR 2.157 (95%CI=0.849 – 5.481). Stress menjadi faktor risiko kejadian vertigo dengan nilai OR 14,793 (95%CI=1,806-121,138). Hipertensi menjadi faktor risiko kejadian vertigo dengan OR 4.500 (95%CI=1.731- 11.696) dengan kejadian vertigo di wilayah kerja UPTD Puskesmas Linggang Bigung Tahun 2026. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kualitas tidur 2 kali berisiko mengalami vertigo dari pada responden yang tidak memiliki kualitas tidur buruk, stress 14-15 kali berisiko mengalami vertigo daripada responden yang tidak memiliki gejala stress dan hipertensi 4-5 kali berisiko mengalami vertigo daripada yang tidak mengalami hipertensi. Disarankan masyarakat dapat mengelola stress, memperbaiki pola tidur, serta menjaga tekanan darah dalam batas normal untuk mengurangi risiko kekambuhan. Kata kunci : Vertigo, Kualitas Tidur, Stress, Hipertensi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with email lppm@uwgm.ac.id |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 05:50 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 05:50 |
| URI: | http://repo.uwgms.ac.id/id/eprint/1124 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
